Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label galau. Tampilkan semua postingan
Semua memang hanya masalah waktu, bukan? :)
Selasa, 13 Desember 2011
Hujan sore ini menurutku tak setenang biasanya. terlalu banyak gejolak awan yg ditunjukkan kebumi. terlalu banyak petir. sama seperti yg sedang aku alami. terlalu banyak gejolak perasaanku. aku terbelenggu olh masalahku yg sudah 3 bulan ini menderaku-_- Baru kali ini aku merasakan LDR padahal sangat jelas aku dengan dia satu sekolah. setiap hari bertemu dengannya. setiap hari berpapasan dengannya. tap, tanpa ada sapa ataupun sekedar basa basi.ya seperti itulah keadaan aku dengannya :') Interaksi kami layaknya seorang pasangan hanya saat kami berada diluar sekolah. itu bukan berarti kami bertemu atau pulang bersama, melankan hanya melewati pesan singkat. ya hanya media itulah yg menghubungkan kami. hubunganku dgn dia sdh berjalan 10 bln dan keadaan seperti ni merupakan hal tersulit yg hrs aku lalui sendiri. tepatnya 3 bln lalu perubahab dia itu dimulai. awalnya aku tdk terlalu menanggapi akan perubahannya tp semaknku perhatikan perubahannya tidak sesaat melainkan berangsur malah semakn parah. aku memulai caraku untuk mempertahankannya. mulai dari mengajaknya bicara empat mata, kemudian mengungkapkan semua kegelisahanku dgn airmata, hingga aku membuat penawaran jika selama satu minggu kita tanpa komunkasi. tapi, semua itu tak terlalu membantu. memang dia menunjukan perubahan-perubahan kecil yg terus membuatku berharap dan berharap, menunggu dan menunggu. tapi semua perubahan itu sesaat, dia kembal ke wujud aslinya. dingin, acuh, angkuh. keadaan seperti iniembuaku ingin lebih dekat dengan mereka. mereka sekumpulan orangygtawanya bisa membuatku melupakan dia. aku seperti disihir saat sudah terbawa oleh tawa yg mereka buat. seaakan hidupku sedang tidak terbelenggu, tapi kenyataannya? masalahku malah semakin rumit-_- tap aku tetap kuat, menurutku mereka adalah pendengar dan pemberi saran terbaik. meski tidak dipungkiri saran yg diberikan membuatku lebih jatuh, jatuh, dahn jatuh. mereka berpendapat hubunganku sudah diujung tanduk, mereka memintaku mengakhiri hubunganku dgn dia. alasan mereka selain tidak ingin mendengarkan lagi keluh kesahku tidak ingin melihatku galau lagi mereka juga berpendapat semua yg aku lakukan percuma. aku hanya bisa mengangguk dah mengangkat bahuku entah kapan aku bisa mengakhiri hubunganku. kurasa aku tidak terlalu siap untuk itu. keputusan tersulit adalah saat aku terlalu lelah untuk bertahan tapiaku terlalu cinta untuk melepaskan. aku bertahan. aku menunggu. semua memang hanya masalah waktu, bukan?:)
Langganan:
Postingan (Atom)






